Perbedaan Shabu dengan sabu-sabu

Shabu adalah nama dari salah satu obat yang sering dipakai para druggist. Shabu ini termasuk stimulan sistem saraf, dengan nama kimia methamphetamine hidroklorida, yaitu turunan dari senyawa stimulan syaraf amfetamin. Selain shabu, turunan amfetamin yang sangat ngetop untuk dipakai adalah ecstassy atau metilen dioksi metamfetamin (MDMA). Secara farmakologi, amfetamin dan turunannya bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter norepinefrin dan dopamin dengan cara memblokade re-uptake-nya di ujung saraf. Dua neurotransmiter ini bekerja pada sistem saraf simpatis meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan pernafasan, dll. Metamfetamin yang dihirup atau disuntikkan memberikan sensasi yang digambarkan sebagai “extremely pleasurable”, yang disebabkan efek halusinogennya.

Sedangkan sabu-sabu adalah sejenis makanan Jepang yang dihidangkan dengan hot pot. Jenisnya mirip sukiyaki, di mana ada irisan daging tipis (bisa daging sapi, kambing,  ayam, atau bebek), yang disajikan dengan suatu dipping sauce (saus pencelup). Ia digolongkan makanan musim dingin, tapi nyatanya bisa dijumpai sewaktu-waktu sepanjang tahun. Sabu-sabu umumnya disajikan bersama tofu (tahu Jepang yang lembut), dan aneka sayuran seperti hakusai, nori (rumput laut), bawang bombay, wortel, jamur shitake dan enokitake.

Perbedaan  arti ini harus diluruskan karena pada info media sering kali ditemukan berita tentang pengungkapan kasus sindikat narkoba dengan barang bukti berupa (sabu-sabu ?), semestinya shabu.

No comments yet.

Leave a Reply