ALUR LAYANAN REHABILITASI

Alur Pemeriksaan Rehabilitasi

Keterangan:

  1. Berkas yang diperlukan untuk rehabilitasi adalah Kartu Identitas (KTP/SIM/PASPOR)
  2. Calon klien wajib didampingi oleh keluarga/wali saat akan dilakukan asesmen/kedatangan pertama
  3. Petugas klinik tidak melakukan penjemputan/penjangkauan calon klien untuk rehabilitasi walaupun atas permintaan keluarga.
  4. Klinik BNNP tidak dapat melakukan pemeriksaan dan/atau surat keterangan pemeriksaan kepada klien yang dalam proses hukum kecuali atas permintaan oleh penegak hukum dan sesuai dengan peraturan yang berlaku
  5. Semua layanan yang diberikan kepada klien oleh petugas klinik yang sesuai dengan SOP bersifat Gratis/tidak dipungut biaya

Alur Penerbitan SKPN

Keterangan:

  1. Masyarakat wajib membeli sendiri perlengkapan tes yang diperlukan (Rapid test narkoba 6 parameter, Pot urine, Hansdscon dan Masker)
  2. Masyarkat harus melampirkan pengumuman/surat yang menyatakan kebutuhan akan SKPN, namun jika hanya himbauan lisan makan wajib menandatangani surat pernyataan yang tersedia
  3. SKPN yang diterbitkan hanya untuk 1 tujuan dengan maksimal 5 lembar perbanyak kecuali terdapat pengumuman yang menjelaskan kebutuhan lebih dari 5 lembar
  4. SKPN yang diterbitkan tidak dapat dilegalisir perpanjang
  5. Penerbitan SKPN di BNN tidak dipungut biaya/Gratis

“Melayani dengan Profesional dan Hati”

Klinik Adi Pradana

Olah Raga itu Sehat, Sehat itu Bahagia

Asal sehatnya jiwa dan raga ya.. guys. Pastilah… Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani. Olah raga itu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. 

Bagaimana bila narkotika meracuni tubuh kita, yang pasti akan mengganggu fungsi normal tubuh kita. Narkotika yang larut di dalam tubuh akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak sehingga dapat merusak sistem saraf otak kita. Nanti bisa bisa kita jadi ‘sarap’ (sinting) betulan.. hehehhehe…. Ayo olah raga, bisa mencegah kita dari penyalahgunaan narkoba…

Stop Narkoba

ZONA INTEGRITAS

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansipemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmenuntuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi,khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitaspelayanan publik.

  1. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Menuju WBK) adalah predikatyang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagianbesar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistemmanajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatanakuntabilitas kinerja.
  2. Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Menuju WBBM)adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yangmemenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataantatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatanpengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitaspelayanan publik.

TAHUN AJARAN BARU, KERJASAMA ORANGTUA DAN SEKOLAH BENTENGI ANAK DARI BAHAYA NARKOBA

PRAMUKA KECILPersiapan orang tua ketika anak memasuki jenjang sekolah baru tentunya selain perlengkapan dan administrasi sekolah, orang tua juga mempersiapkan bagaimana kesiapan mental anak. Terutama bagi anak yang mau masuk sekolah baru, mental untuk memasuki lingkungan baru. Orang tua juga motivasi kepada anak juga harus dipupuk agar anak memiliki sikap positif terhadap sekolah sehingga mampu beradaptasi dengan pergaulan dilingkungan baru dan dapat memilih pergaulan yang positif.

Terjalinnya hubungan yang baik dan komunikatif antara orang tua dan sekolah dapat mengarahkan para siswa siswi untuk memiliki pola pikir menolak/menghindari penyalahgunaan narkoba. Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah lingkungan keluarga. Sehingga Orang tua/Keluarga dan Sekolah mempunyai peran yang sangat besar dalam pengembangan jiwa dan kepribadian anak Dalam upaya mengawasi dan mencegah penyalahgunaan Narkotika di sekolah Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bentengi anak dari bahaya penyalahgunaan Narkoba baik di lingkungan keluarga dan sekolah :

  1. Diciptakannya suasana  belajar mengajar kondusif
  2. Mengintensifkan pendidikan agama dan mengupayakan kegiatan- kegiatan keagamaan yang melibatkan anak.
  3. Mengupayakan tersedianya sarana ibadah dan Perpustakaan/Bahan Bacaan Agama yang mencukupi.
  4. Menyelenggarakan peringatan Hari-Hari Besar agama dengan berbagai kegiatan yang menjadi ajang berekspresi anak.
  5. Anak diberikan motivasi dan contoh teladan terhadap kegiatan keagamaan.
  6. Menyelenggarakan Ekstra Kurikulum yang diisi dengan penyampaian mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah.
  7. Diskusi dan pemberian pemahaman bahaya narkoba sesuai dengan tingkat sekolah/usia anak dengan berbagai topik , terkait agama, kesehatan,

Menanamkan rasa memiliki dan bertanggung jawab anak terhadap lingkungan sehingga turut mengawasi dan mewaspadai masuknya pelaku penyalahgunaan Narkoba.

HEAD, HEART, DAN HANDS” UNTUK JAUHI NARKOBA

Tentunya kita sudah sering mendengar istilah 3 H yang perlu di perhatikan dan ditekankan demi hidup yang lebih baik. Pertama H- Head, (kepala,), kita isi kepala otak dengan ilmu pengetahuan, dalam artian kita terus belajar sehingga dapat menghadapi dan menyikapi berbagai kenyataan dalam kehidupan manusia.

H Kedua adalah Heart, bekali hati keyakinan (Iman) dan Ketaqwaaan kita kepada Tuhan, sehingga kita memiliki akhlak budi pekerti yang luhur. H yang ketiga adalah Hand, dalam artian bahwa keterampilan, harus dilatih berbagai keterampilan agar mampu menjalani berbagai situasi perkembangan zaman dan mampu menyikapi setiap permasalahan hidup dengan baik.

Ketiga perihal tersebut apabila berjalan beriringan seimbang dan terus dikembangkan maka akan sangat membantu dalam menjalani hidup. Masih banyak istilah istilah yang bisa kita jadikan pedoman dalam menjalani hidup. Pernahkah kita mencoba menelaah apakah yang bisa membuat kita lemah menjalankan hidup, apa saja yang bisa menghalangi sehingga hidup kita tidak lagi berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan.

Jika menilik tentang bahaya Narkoba dapat ditarik korelasi antara penyalahgunaan Narkoba dengan bagaimana menjadi berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan. Dalam salah satu artikel di bnn.go.id  menyebutkan bahwa efek penyalahgunaan Narkoba secara bagi diri sendiri adalah terganggunya fungsi otak, menurunkan daya ingat gangguan kesehatan, gangguan perilaku/mental-sosial, hingga menurunnya nilai-nilai moral bahkan menimbulkan kriminalitas.

Ketika orang sudah menjadi pecandu Narkoba tentunya sangat sulit untuk bisa menjadi manusia berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan yang baik. Dengan menurunnya nilai-nilai moral pada diri seorang Narkoba lebih lanjut akan memperburuk hubungnan di keluarga menjadi tidak harmonis. Keluarga-keluarga yang penuh masalah kan mempengaruhi kehidupan di lingkungan masyarakat.

Jika hal tersebut dibiarkan dan narkoba menyerang seluruh golongan masyarakat, lama kelamaan akan membudaya bisa saja nanti masyarakat kita dipimpin oleh para pecandu atau bandar bandar Narkoba. Hal tersebut sangat membahayakan kelangsungan bangsa dan negara.

Oleh karena itu kenapa penanganan permasalahan Narkoba harus dilaksanakan secara seimbang antara supply reduction (pengurangan ketersediaan) dan demand reduction (pengurangan permintaan). Mengurangi ketersediaan narkoba dengan melakukan penangkapan, penghukuman yang seberat-beratnya terhadap sindikat pengedar Narkoba, penyitaan dan pemusnahan barang bukti Narkoba, upaya tersebut sudah banyak dilakukan terutama oleh aparat penegak hukum dan membuahkan hasil yang maksimal dengan semakin banyaknya tersangka yang tertangkap walaupun disadari jumlah pengedar yang ditangkap dan barang bukti yang dimusnahkan relatif masih sedikit dibanding dengan peredaran di masyarakat.

Sedangkan bagi para pengguna/pecandu narkoba, pemulihan merupakan cara terbaik bagi mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi Narkoba, khususnya yang sudah kecanduan, dalam rangka mengurangi dampak buruk melalui pelayanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan paska rehabilitasi.

Bagi Masyarakat yang tidak terpapar narkoba tentunya jangan sekali-sekali mencoba menyalahgunakan Narkoba. Karena sudah terlalu banyak contoh akibat buruk penyalahgunaan Narkoba.

Prinsip Head, Heart, dan Hand adalah cara efektif untuk menghindari penyalahgunaan Narkoba. Bekali diri dengan informasi, pengetahuan yang tepat tentang Narkoba, Bulatkan tekat untuk menjauhi Narkoba dan kuatkan iman dan taqwa kepada Tuhan, serta isi waktu luang dengan kegiatan kegiatan positif atau mengasah bakat dan keterampilan yang produktif.

 

TAHUKAH KAMU : PECANDU NARKOBA TIDAK DITUNTUT PIDANA, APABILA LAPOR DIRI SECARA SUKARELA

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika pasal 54 disebutkan bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Hal tersebut dijelaskan lagi pada pasal 55 sebagai berikut :

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Belum Cukup Umur

Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Sudah Cukup Umur

Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Terkait bahwa pecandu narkotika tidak dituntut pidana terdapat pada pasal 128 ayat 2 dan 3 yang menerangkan bahwa pecandu narkotika sebagaimana pada pasal 55 diatas tidak dituntut pidana.

Jadi jelas bagi pecandu narkoba yang ingin berhenti dari ketergantungannya agar segera melapor diri secara sukarela/voluntary ke Institusi Penerima Wajib Lapor salah satunya ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. Pecandu dengan niat yang kuat dari diri tentunya akan mempercepat proses pemulihan akan ketergantungan terhadap narkoba. Sehingga meminimalisir tingkat relaps/kambuh kembali