ALUR LAYANAN REHABILITASI

Alur Pemeriksaan Rehabilitasi

Keterangan:

  1. Berkas yang diperlukan untuk rehabilitasi adalah Kartu Identitas (KTP/SIM/PASPOR)
  2. Calon klien wajib didampingi oleh keluarga/wali saat akan dilakukan asesmen/kedatangan pertama
  3. Petugas klinik tidak melakukan penjemputan/penjangkauan calon klien untuk rehabilitasi walaupun atas permintaan keluarga.
  4. Klinik BNNP tidak dapat melakukan pemeriksaan dan/atau surat keterangan pemeriksaan kepada klien yang dalam proses hukum kecuali atas permintaan oleh penegak hukum dan sesuai dengan peraturan yang berlaku
  5. Semua layanan yang diberikan kepada klien oleh petugas klinik yang sesuai dengan SOP bersifat Gratis/tidak dipungut biaya

Alur Penerbitan SKPN

Keterangan:

  1. Masyarakat wajib membeli sendiri perlengkapan tes yang diperlukan (Rapid test narkoba 6 parameter, Pot urine, Hansdscon dan Masker)
  2. Masyarkat harus melampirkan pengumuman/surat yang menyatakan kebutuhan akan SKPN, namun jika hanya himbauan lisan makan wajib menandatangani surat pernyataan yang tersedia
  3. SKPN yang diterbitkan hanya untuk 1 tujuan dengan maksimal 5 lembar perbanyak kecuali terdapat pengumuman yang menjelaskan kebutuhan lebih dari 5 lembar
  4. SKPN yang diterbitkan tidak dapat dilegalisir perpanjang
  5. Penerbitan SKPN di BNN tidak dipungut biaya/Gratis

“Melayani dengan Profesional dan Hati”

Klinik Adi Pradana

TAHUKAH KAMU : PECANDU NARKOBA TIDAK DITUNTUT PIDANA, APABILA LAPOR DIRI SECARA SUKARELA

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika pasal 54 disebutkan bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Hal tersebut dijelaskan lagi pada pasal 55 sebagai berikut :

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Belum Cukup Umur

Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Sudah Cukup Umur

Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Terkait bahwa pecandu narkotika tidak dituntut pidana terdapat pada pasal 128 ayat 2 dan 3 yang menerangkan bahwa pecandu narkotika sebagaimana pada pasal 55 diatas tidak dituntut pidana.

Jadi jelas bagi pecandu narkoba yang ingin berhenti dari ketergantungannya agar segera melapor diri secara sukarela/voluntary ke Institusi Penerima Wajib Lapor salah satunya ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. Pecandu dengan niat yang kuat dari diri tentunya akan mempercepat proses pemulihan akan ketergantungan terhadap narkoba. Sehingga meminimalisir tingkat relaps/kambuh kembali