HEAD, HEART, DAN HANDS” UNTUK JAUHI NARKOBA

Tentunya kita sudah sering mendengar istilah 3 H yang perlu di perhatikan dan ditekankan demi hidup yang lebih baik. Pertama H- Head, (kepala,), kita isi kepala otak dengan ilmu pengetahuan, dalam artian kita terus belajar sehingga dapat menghadapi dan menyikapi berbagai kenyataan dalam kehidupan manusia.

H Kedua adalah Heart, bekali hati keyakinan (Iman) dan Ketaqwaaan kita kepada Tuhan, sehingga kita memiliki akhlak budi pekerti yang luhur. H yang ketiga adalah Hand, dalam artian bahwa keterampilan, harus dilatih berbagai keterampilan agar mampu menjalani berbagai situasi perkembangan zaman dan mampu menyikapi setiap permasalahan hidup dengan baik.

Ketiga perihal tersebut apabila berjalan beriringan seimbang dan terus dikembangkan maka akan sangat membantu dalam menjalani hidup. Masih banyak istilah istilah yang bisa kita jadikan pedoman dalam menjalani hidup. Pernahkah kita mencoba menelaah apakah yang bisa membuat kita lemah menjalankan hidup, apa saja yang bisa menghalangi sehingga hidup kita tidak lagi berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan.

Jika menilik tentang bahaya Narkoba dapat ditarik korelasi antara penyalahgunaan Narkoba dengan bagaimana menjadi berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan. Dalam salah satu artikel di bnn.go.id  menyebutkan bahwa efek penyalahgunaan Narkoba secara bagi diri sendiri adalah terganggunya fungsi otak, menurunkan daya ingat gangguan kesehatan, gangguan perilaku/mental-sosial, hingga menurunnya nilai-nilai moral bahkan menimbulkan kriminalitas.

Ketika orang sudah menjadi pecandu Narkoba tentunya sangat sulit untuk bisa menjadi manusia berpengetahuan, berperasaan, dan berketerampilan yang baik. Dengan menurunnya nilai-nilai moral pada diri seorang Narkoba lebih lanjut akan memperburuk hubungnan di keluarga menjadi tidak harmonis. Keluarga-keluarga yang penuh masalah kan mempengaruhi kehidupan di lingkungan masyarakat.

Jika hal tersebut dibiarkan dan narkoba menyerang seluruh golongan masyarakat, lama kelamaan akan membudaya bisa saja nanti masyarakat kita dipimpin oleh para pecandu atau bandar bandar Narkoba. Hal tersebut sangat membahayakan kelangsungan bangsa dan negara.

Oleh karena itu kenapa penanganan permasalahan Narkoba harus dilaksanakan secara seimbang antara supply reduction (pengurangan ketersediaan) dan demand reduction (pengurangan permintaan). Mengurangi ketersediaan narkoba dengan melakukan penangkapan, penghukuman yang seberat-beratnya terhadap sindikat pengedar Narkoba, penyitaan dan pemusnahan barang bukti Narkoba, upaya tersebut sudah banyak dilakukan terutama oleh aparat penegak hukum dan membuahkan hasil yang maksimal dengan semakin banyaknya tersangka yang tertangkap walaupun disadari jumlah pengedar yang ditangkap dan barang bukti yang dimusnahkan relatif masih sedikit dibanding dengan peredaran di masyarakat.

Sedangkan bagi para pengguna/pecandu narkoba, pemulihan merupakan cara terbaik bagi mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi Narkoba, khususnya yang sudah kecanduan, dalam rangka mengurangi dampak buruk melalui pelayanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan paska rehabilitasi.

Bagi Masyarakat yang tidak terpapar narkoba tentunya jangan sekali-sekali mencoba menyalahgunakan Narkoba. Karena sudah terlalu banyak contoh akibat buruk penyalahgunaan Narkoba.

Prinsip Head, Heart, dan Hand adalah cara efektif untuk menghindari penyalahgunaan Narkoba. Bekali diri dengan informasi, pengetahuan yang tepat tentang Narkoba, Bulatkan tekat untuk menjauhi Narkoba dan kuatkan iman dan taqwa kepada Tuhan, serta isi waktu luang dengan kegiatan kegiatan positif atau mengasah bakat dan keterampilan yang produktif.

 

TAHUKAH KAMU : PECANDU NARKOBA TIDAK DITUNTUT PIDANA, APABILA LAPOR DIRI SECARA SUKARELA

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang  Narkotika pasal 54 disebutkan bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Hal tersebut dijelaskan lagi pada pasal 55 sebagai berikut :

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Belum Cukup Umur

Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

  • Dalam Hal Pecandu Narkotika Sudah Cukup Umur

Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Terkait bahwa pecandu narkotika tidak dituntut pidana terdapat pada pasal 128 ayat 2 dan 3 yang menerangkan bahwa pecandu narkotika sebagaimana pada pasal 55 diatas tidak dituntut pidana.

Jadi jelas bagi pecandu narkoba yang ingin berhenti dari ketergantungannya agar segera melapor diri secara sukarela/voluntary ke Institusi Penerima Wajib Lapor salah satunya ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. Pecandu dengan niat yang kuat dari diri tentunya akan mempercepat proses pemulihan akan ketergantungan terhadap narkoba. Sehingga meminimalisir tingkat relaps/kambuh kembali